Catatan Perjalanan: Culture Day!

Beberapa waktu yang lalu, Kunta Wijaya mendapatkan tawaran untuk mengisi kegiatan di lingkungan rumah teman dari salah satu anggota kami. Lokasi persisnya di wilayah Pondok Melati, Bekasi. Kegiatan yang ditawarkan kepada kami tentu saja tentang pengenalan budaya wayang. Sama seperti kegiatan di Dreamdelion sebelumnya, sasarannya pun kali ini juga anak-anak. Anak-anak dengan kisaran usia sekolah dasar.

Sekilas Tentang #misi14hari

Tercetus lah sebuah ide untuk mengadakan suatu kegiatan bagi anak-anak untuk mengisi (dua minggu) liburan sekolah mereka dengan hal-hal yang bermanfaat. Ide ini dicetuskan oleh seorang mahasiswa S2 kenalan kami, Fina namanya. Dia berencana untuk mengajak anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya untuk mengikuti kegiatan yang dia selenggarakan.

Ide besarnya seperti ini. Selama dua minggu, tepatnya 14 hari, para peserta kegiatan akan mengikuti kegiatan-kegiatan bermanfaat yang setiap harinya memiliki tema yang berbeda. Apa saja tema-temanya? Bermacam-macam! Mulai dari menulis surat, menonton film, menanam pohon, menggosok gigi yang benar, memasak, hingga mengenal budaya wayang! Artinya, ada 14 tema berbeda yang akan anak-anak tersebut ikuti setiap harinya selama dua minggu. Tema-tema tersebut menjadi nama kegiatan per harinya, contohnya seperti; plant day, word day, movie day, serta culture day.

Fina, si penggagas acara, mengajak teman-temannya yang berminat untuk menjadi fasil di kegiatan ini. Kira-kira siapa yang mampu mengisi tema-tema yang telah ditentukan dalam #misi14hari. Misalnya, teman-teman dari Fakultas MIPA untuk melakukan percobaan fisika sederhana bagi anak-anak. Atau contoh lain, teman-teman dari FKG untuk memberi tahu cara menggosok gigi dan mencuci tangan yang benar.
Untuk mengisi tema pengenalan budaya pada anak-anak, Fina menawarkan kepada kami kesempatan tersebut. Tentu saja tanpa ragu kami langsung mengambilnya! :)

Culture Day

Judul kegiatan pada hari itu adalah Culture Day! Tujuannya, untuk mengenalkan anak-anak pada kebudayaan wayang. Berlokasi di rumah tetangga Fina (Pondok Melati, Bekasi) pada tanggal 5 Januari 2014, Kunta Wijaya hadir untuk mengenalkan wayang kepada anak-anak dalam #misi14hari.

Pada awal kegiatan, kami memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis wayang. Kami membawa beberapa wayang kulit dan wayang golek untuk ditunjukan kepada anak-anak. Saat kami tanya, ternyata banyak juga loh anak-anak yang sudah tahu beberapa nama tokoh pewayangan. Senangnya! :)

Setelah itu, Kunta Wijaya menampilkan persembahan berupa kolaborasi antara dongeng, wayang orang, serta penampilan wayang kulit. Kisah yang dibawakan tentang Hanoman ‘si kera putih’ yang begitu terkenal dalam epos Ramayana. Berikut ini adalah foto-fotonya!

 
Dongeng dari Kak Ashma

Perkenalan pemeran wayang orang dan dalang


Untungnya, Kunta Wijaya memiliki potensi-potensi luar biasa yang dapat mendukung persembahan tersebut. Mulai dari kemampuan mendongeng, menjadi dalang, menyusun skenario, ­­makeup artist, hingga menyiapkan properti dan atribut pementasan. :)

Anak-anak nampak senang melihat persembahan dari Kunta Wijaya. Mereka menonton dengan sangat antusias. Hal ini menjadi tambahan semangat tersendiri bagi kami. :)

Tidak sampai di situ, jelang siang hari, anak-anak kami minta untuk mengerjakan mozaik gambar wayang. Gambar tokoh wayang yang kami berikan adalah Yudhistira, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Mereka dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan mengerjakannya secara bersama-sama. Setiap kelompok didampingi oleh seorang anggota komunitas kami untuk memastikan bahwa mereka dapat mengerjakannya dengan benar. Di luar dugaan, ternyata anak-anak tersebut dapat mengerjakan mozaik dengan cepat dan hasil yang bagus! Padahal sebelumnya, kami juga mencoba dan mengalami kesulitan dalam menempelkan potongan-potongan kertas warna ke gambar wayang. :p
Inilah hasil karya anak-anak dalam culture day.

Mozaik gambar wayang :)

Dengan selesainya pengerjaan mozaik gambar wayang, selesai pula kegiatan kami dalam #misi14hari. Puas dan senang! Rasanya itulah yang dapat menggambarkan perasaan kami pada hari itu. :)

Akhir kata, terima kasih untuk Fina yang telah memberikan kesempatan pada Kunta Wijaya untuk berpartisipasi dalam #misi14hari!  :-D

Kunta Wijaya featuring anak-anak #misi14hari

-Atha Rasyadi-

Catatan Perjalanan: KW di Awal Tahun 2014

Halo semuanya!

Rasanya sudah lama sekali ya ada tulisan di blog ini semenjak post terakhir sebelumnya? Ada beberapa kabar terbaru nih dari Komunitas Wayang Kunta Wijaya! Penasaran ngga? Yuk, kita intip kabar-kabar di bawah ini.

Pembuatan Akun Twitter
Biar komunitas ini makin eksis di dunia maya, KW baru saja membuat akun twitter. Agar media penyebaran dari kami tidak hanya terpentok melalui blog, tentu saja twitter menjadi alternatif lain. Nantinya, akun twitter yang kami beri nama @kw_kuntawijaya, akan memberikan kabar-kabar terkait kegiatan KW ataupun informasi-informasi yang pastinya berkaitan dengan wayang. Bagi teman-teman yang punya twitter, boleh banget loh di-follow! :)

Ini penampakan profil akun twitter kami

Beralih ke Fase Berikutnya!
Walau berbentuk sebagai suatu komunitas, KW ingin menyusun program-program yang dapat menyebarkan cerita dan nilai-nilai pewayangan secara serius. Oleh karena itu, kami bersepakat untuk membentuk semacam struktur dari komunitas ini. Keputusan ini dihasilkan saat meet up di Taman Suropati beberapa waktu yang lalu. Dan untuk pertama kalinya pada waktu itu, KW serius melakukan rapat dari awal pertemuan hingga selesai. Pencapaian yang luar biasa! :p

Kunta Wijaya in action!

Struktur komunitas kami terbagi ke dalam tiga bidang dengan fokus kerja yang berbeda.  Ketiga bidang tersebut adalah; Bidang Kepemudaan, Bidang Anak, dan Bidang Media. Dari namanya saja, sepertinya sudah tergambar ya apa saja yang menjadi pekerjaan dari masing-masing bidang? Harapannya, kami dapat menyusun program yang lebih sesuai dengan target usia sasaran kami. Dengan kata lain, tepat sasaran. Untuk itu, dibentuklah Bidang Kepemudaan dan Bidang Anak. Sedangkan, Bidang media bertugas mengurusi segala hal yang berkaitan dengan penyampaian info atau berita tentang wayang ataupun KW melalui media-media seperti blog, twitter, dan lainnya.
Mohon doanya agar kami bisa menciptakan program-program yang luar biasa (dengan konsisten) sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya wayang ya! :)

(Persiapan) Pembuatan Jaket
Selain eksis di dunia maya, tentu saja eksis di dunia nyata pun perlu adanya! :p
Untuk mendukung hal tersebut, kami berencana untuk membuat jaket sebagai atribut dari komunitas kami. Setelah perdebatan yang cukup panjang, diputuskan lah beberapa desain yang akan di-voting oleh para anggota komunitas. #lebay
Special thanks untuk Kakak Yofi yang telah mendesain jaket buat KW! Bagi yang mau memesan jaket tersebut, tetap update terus kabar dari kami ya. Syaratnya? Gabung ke komunitas Kunta Wijaya! :)

Demikian sekilas kabar-kabar dari kami. Mohon doa dan dukungannya selalu, kawan-kawan! :-D

-Atha Rasyadi-


Catatan Perjalanan: Hari Wayang di Sanggar Dreamdelion

Halo, Wayangers!

Pada tanggal 17 November 2013 lalu, Komunitas Wayang Kunta Wijaya mendapat kesempatan dari Sanggar Dreamdelion untuk memperkenalkan tentang kebudayaan wayang kepada anak-anak di Manggarai. Dreamdelion mengadakan kegiatan belajar-mengajar sambil bermain untuk anak-anak marjinal yang tinggal di daerah Manggarai. Kegiatan tersebut diadakan setiap minggunya dengan tema kegiatan yang berbeda-beda.

Pada hari itu, tema kegiatan yang diusung adalah "Cinta Indonesia". Tujuan kegiatan pada hari itu adalah memperkenalkan salah satu kebudayaan yang ada di Indonesia, yaitu kebudayaan wayang. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan pada hari itu untuk membantu anak-anak mengenal wayang. Kegiatan pertama adalah menceritakan salah satu tokoh wayang melalui dongeng, selanjutnya adalah memperkenalkan jenis-jenis wayang yang ada di Indonesia. Kegiatan lain yang tidak kalah serunya adalah mewarnai dan membuat wayang dari kertas.

Ini adalah pengalaman pertama Komunitas Wayang Kunta Wijaya mengisi kegiatan yang ditujukan untuk anak-anak, lho. Kak Ashma, salah satu perwakilan dari komunitas kami yang memang pandai mendongeng pun unjuk gigi dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan dongeng yang berkisah tentang "Hanoman," Sang kera putih dari Negeri Ayodhya yang diambil dari Kisah Ramayana. Dalam kisah yang dituturkannya, Kak Ashma mengajak anak-anak untuk berpartisipasi dalam dongeng dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan cerita kepada anak-anak. Tidak lupa, di akhir cerita Kak Ashma menyampaikan pesan moral dari kisah yang telah disampaikan.

Kak Ashma sedang berinteraksi dengan anak-anak
(Foto: Pratiwi Wandansari)


Selanjutnya, sesi pengenalan jenis-jenis wayang di Indonesia di sampaikan oleh Kak Iwan. Dalam sesi ini, anak-anak ditunjukkan berbagai jenis wayang melalui slide show maupun wayang aslinya, yaitu wayang golek, wayang kulit yang dimainkan oleh Kak Tyo, dan Wayang Orang yang dimainkan oleh Kak Iwan. 

Anak-anak sedang memperhatikan penjelasan menganai wayang
(Foto: Rhesa Azandri Egmond)

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan mewarnai gambar wayang dan membuatnya menjadi wayang-wayangan kertas. Di sini anak-anak mengenal wayang lebih jauh melalui kegiatan mewarnai gambar wayang yang telah disediakan. Gambar tersebut selanjutnya digunting dan diberikan lidi agar anak-anak dapat memainkannya seperti layaknya wayang kulit sungguhan. 

Anak-anak kelas besar dan hasil karya wayang kertas
(Foto: Rhesa Azandri Egmond)


Hasil Karya Wayang dari Kertas
(Foto: Pratiwi Wandansari)
Dengan berakhirnya kegiatan mewarnai, berkahir pula kegiatan "Cinta Indonesia: Hari Wayang" di Sanggar Dreamdelion. Kakak fasil dari Sanggar Dreamdelion juga mengundang kami kembali untuk datang ke sanggarnya karena setiap minggu, mereka melaksanakan kegiatan rutin untuk anak-anak di Manggarai dengan kegiatan yang berbeda-beda. Buat kamu yang tertarik mampir, bisa langsung menghubungi twitter mereka di akun twitter @Dreamdelion :)

Dreamdelion featuring Kunta Wijaya
(foto: Rhesa Azandri Egmond)

-Sawitri Wening-