Haha.
Bukan.
Peperangan itu bermula dari penculikan Sita yang dilakukan oleh Rahwana. Raja angkara murka itu menculik Sita karena doi ingin menggulingkan kekuasaan Rama yang terkenal memiliki banyak kelebihan. Bukan hanya itu, Rahwana ternyata juga berniat merebut Sita dari tangan Rama karena ia tergoda dengan kecantikan dan pembawaan Sita. Begitulah Rama yang marah karena istrinya diculik meminta bantuan kepada bangsa Kera (Wanara) yang dipimpin oleh Sugriwa dan komandornya Hanoman. Singkat cerita, Sita berhasil diselamatkan dengan sukses dan gemilang.
Agak-agak mirip sama ceritanya Troya ya? Ya... kurang lebih di bagia perebutan wanitanya hingga membuat dua negara besar perang sama. Badaya, kalau di Troya, Helene (perempuan yang diperebutkan) dengan sukarela menyerahkan diri kepada Paris dari Negara Troya. Suami Helene, Menelous dari Yunani, tidak diterima istrinya diambil, dan tercetuslah perang Troya selama 10 tahun dengan akhir kemenangan di pihak Yunani dan Helene berhasil direbut kembali.
Kembali ke pembahasan Ramayana. Lalu, mana Laksmana?
Dia adalah adik dari Sri Rama, yang ingin dijodohkan oleh saudara dari Sita. Tapi, karena ia sangat setia dengan kakaknya, Laksmana memutuskan untuk mengikuti kemanapun kakaknya pergi, termasuk ketika Rama diasingkan dari kerajaan gegara diusir oleh Dewi Kekayi, salah satu istri kesayangan ayahnya, yang ingin anak kandungnya (Bharata, salah satu adik Rama & Laksmana) untuk menjadi Raja pengganti.
Kenapa penulis ngefans dengan Laksmana? Begini, Laksmana diceritakan sebagai sosok 'kedua' alias sosok 'bayangan' dari si tokoh besar Rama. Dia memiliki kualitas-kualitas suami idaman yang cukup mirip dengan Rama. Namun, Laksmana masih memiliki sifat-sifat manusiawi yang mengimbanginya. Misalnya, Laksmana cukup gampang naik darah bila ada hal-hal yang melanggar prinsipnya. Ketika Raja mengusir Rama ke hutan gegara diminta sama Dewi Kaikeyi yang tidak setuju Rama menjadi raja pengganti, Laksmana marah kepada Dewi Kaikeyi karena menurutnya hal tersebut tidak adil untuk Rama.
Kenapa tidak adil? Karena sebelum Raja dan ketiga istrinya memiliki anak, rupanya sang Dasaratha menjanjikan Kaikeyi untuk menjadikan anak kandungnya (Bharata) sebagai raja pengganti. Berhubung menurut Dasaratha yang paling keren itu Rama, dia ingin mengangkat Rama menjadi raja. Namun, terhalang janji oleh Kaikeyi hingga Rama harus angkat kaki dari Ayodhya. Sementara itu, Laksmana memutuskan untuk ikut dengan Rama dan Sita pergi menuju hutan Dandaka.
Begitulah Laksmana, penulis merasa wataknya yang gampang naik darah terasa mirip dengan Laksmana, hahaha.
Berbeda dengan Laksmana, sifat Rama dari awal selalu digambarkan bagai manusia dewa yang paling mulia. Tetapi, ternyata di bagian akhir baru lah terlihat watak aslinya Rama yang 'gila' kuasa dan sombong. Tahukah kamu setelah Rama sukses mengalahkan Rahwana, dia bersikap dingin dengan Sita? Taukah kamu bahwa Rama sempat tidak percaya kalo Sita setia dan tidak pernah sekalipun disentuh sama Rahwana? Bahkan, Rama tetap bertampang dingin ketika Sita mengajukan diri untuk dilempar ke api sebagai pembuktian kesucian dirinya? Dari salah satu sumber yang penulis baca, setelah Rama menjadi Raja, dia tidak percaya lagi sama Sita hanya karena rakyatnya tidak mempercayai kalau Sita masih suci, dan Rama mengasingkan Sita ke hutan saat ia sedag hamil. Hal tersebut membuat Sita putus asa dan menenggelamkan dirinya ke dalam bumi sebagai upaya pembuktiannya bahwa dia tidak pernah disentuh oleh lelaki lain selain suaminya.
Begitulah Rama. Dibalik keagungannya (ternyata) tersimpan berbagai hal, yang (menurut penulis) bila ditinjau dari paham supresinya Sigmund Freud, berbagai kekurangan Rama baru keluar setelah tujuan utamanya tercapai. Selama dia masih bukan siapa-siapa, dia 'memendam' segala macam sifat 'adharma' nya dan ketika dia sudah berkuasa keluarlah sifat-sifat jelek yang ga manusiawi.
Jadi, pilih Rama atau Laksmana?
Penulis sih pilih yang jujur apa adanya daripada yang dipendam-pendam. :p
Terimakasih sudah membaca! :)
Terimakasih sudah membaca! :)
-Pratiwi Wandansari-
No comments:
Post a Comment